Keadilan Ali Bin Abi Tholib

Senin, 26 Maret 2012 | komentar


Pada kesempatan ini, sebenarnya saya berharap dapat menyingkap pola-pola keadilan dan ihsan pemimpin orang-orang yang bertaqwa ini. Mudah-mudahan dapat saya jelaskan bagaimanakah keadilan Imam Ali AS, keadilan yang mengakibatkan pembunuhan ke atas dirinya itu, dan bagaimanakah keteguhannya dalam hal tersebut, sehingga mengakibatkan ramai orang yang membenci keadilannya, dan mengakibatkan pemberontakan dan penentangan. Apakah aitu hanya sekadar keadilan dalam kerangka etika seperti keadilan yang kita tuntut dari imam sholat berjamaah, atau pada seorang hakim, atau pada seorang saksi perceraian, atau dengan kata lain apakah keadilan Imam Ali AS itu setingkat dengan keadilan yang sering disyaratkan alam huraian-huraian fiqh?

Keadilan semacam itu tidak mungkin akan melahirkan pembunuhan, bahkan sebaliknya akan meningkatkan kehormatan dan kecintaan.

Keadilan yang dikatakan 'membunuh Imam itu' pada hakikatnya merupakan falsafah sosialnya dan pemikirannya mengenai keadilan sosial Islami. Beliau berpegang teguh dengan pendiriannya bahawa sikapnya itulah yang dimaksudkan dengan keadilan dan falsafah sosial Islami. Beliau tidak sekadar adil tetapi juga pencari keadilan. Memang, di antara 'orang yang adil' dan 'pencari
keadilan' terdapat perbezaan, seperti juga terdapat perbezaan di antara 'kebebasan' dan 'pencari kebebasan'. Orang yang bebas bererti bahawa dia sendiri adalah seorang individu yang bebas sedangkan orang yang mencari kebebasan bererti orang yang mempertahankan kebebasan masyarakat di samping memandang kebebasan itu sendiri sebagai tujuan masyarakat. Begitu juga halnya dengan ilmu dan alim, ada juga yang di samping alim juga berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan dan pengajaran. Begitu juga halnya perbezaan di antara orang soleh dan pencari kesolehan.

Bagi pencari keadilan, keadilan merupakan pemikiran sosial. Al-Qur'an menyatakan yang bermaksud:

" Jadilah kalian tonggak-tonggak keadilan." (Al-Qur'an 4:135)

Menegakkan keadilan bererti menjalankan keadilan, dan ini lebih dari sekadar kewujudan orang adil itu sendiri.

Al-Jud (Kebaikan) atau Keadilan?

Etika Hakim

| komentar



Hakim merupakan profesi yang khusus, karena mempunyai keahlian dalam bidang hukum, sehingga mengaplikasikan kepada tuntutan-tuntutan norma etik (moralitas). Etika sendiri adalah merupakan landasan suatu profesi sehingga menjadi perhatian bersama karena sering terjadi gejala-gejala penyalahgunaan terhadap profesi. Munculnya wacana pemikiran tentang kode etik profesi hakim karena berangkat dari realitas para penegak hukum (khususnya hakim) yang mengabaikan nilai-nilai moralitas. Meskipun para pelaku professional (hakim) sudah memilki kode etik profesi hakim sebagai standar moral, ternyata belum memberikan dampak yang positif, terutama belum bisa merubah image masyarakat terhadap wajah peradilan untuk menjadi lebih baik.
Kode etik yang sudah ada belum memberikan nilai yang berpihak kepada terwujudnya tujuan hukum, sehingga perlu dikaji kembali atau direvisi untuk disesuaikan dengan perubahan situasi. Salah satu jalan untuk menegakkan supremasi hukum adalah dengan cara menegakkan etika, profesionalisme, dan disiplin. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk menganalisis terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam kode etik profesi hakim dalam sudut pandang etika hukum Islam. Persoalan yang akan dijawab dalam skripsi ini adalah: Pertama, Apa dan Bagaimana nilai-nilai dasar yang terkandung dalam kode etik profesi hakim Indonesia. Kedua, Bagaimana pandangan Islam terhadap kode etik profesi hakim Indonesia.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan, analisa dan penilaian terhadap kode etik profesi hakim dari sudut pandang etika Islam. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi praktisi dan pengambil kebijakan bagi penegakan kode etik profesi hukum. Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian pustaka karena menjadikan bahan pustaka sebagai bahan kajian. Dengan pendekatan fhilosofis-Normatif dan analisa kualitatif dengan metode berfikir induktif dan deduktif, sehingga penelitian ini mendapatkan beberapa kesimpulan.
Pertama., Kode etik profesi hakim pada prinsipnya mengandung nilai-nilai moral yang mendasari kepribadian secara professional, yaitu kebebasan, keadilan dan kejujuran. Kedua., Etika profesi hakim dan hukum adalah merupakan satu kesatuan yang secara inheren terdapat nilai-nilai etika Islam yang landasannya merupakan pemahaman dari al-Qur'an, sehingga pada dasarnya Kode etik profesi hakim sejalan dengan nilai-nilai dalam sistem etika Islam. Etika hukum Islam dibangun di atas empat nilai dasar yaitu yaitu nilai-nilai kebenaran, keadilan, kehendak bebas dan pertanggung jawaban.. Terjadinya penyalahgunaan dan pengabaian terhadap kode etik profesi hakim diakibatkan rendahnya etika dan moralitas hakim. Sehingga tidak terlaksananya nilai-nilai kejujuran, keadilan dan kebenaran serta pertanggung jawaban sebagai nilai yang harus ditegakkan oleh profesi hakim.

to by continue
(ADE HASAN)

Amerika dan Syariah

Kamis, 22 Maret 2012 | komentar

Apakah orang-orang Oklahoma, Amerika perlu dilindungi dari hukum Syariah? Jawabannya jelas: tidak perlu sama sekali. Tidak ada bukti bahwa hukum Islam—yang mengatur tentang hal-hal seperti warisan dan perceraian—akan menyapu seluruh negara demikian cepat dan sigap.
Namun pada tahun 2010, pemilih Oklahoma tampaknya merasakan yang sebaliknya. Mereka melewati referendum yang melarang pengadilan negara memaksakan Syariah pada mereka; meskipun faktanya bahwa Muslim berjumlah kurang dari 1% dari populasi negara bagian tersebut dan belum benar-benar mengambil alih sistem pengadilan negara.
Pekan lalu, sebuah pengadilan banding federal menegaskan perintah pengadilan yang memblokir hukum Syariah dari efek berkepanjangan. Kekuatan pendorong di belakang referendum, pengadilan tersebut mengatakan, sama sekali tidak akan memecahkan masalah yang sebenarnya; fanatisme agama.
Oklahoma adalah negara bagian pertama yang tidak pernah menggunakan referendum untuk menindas kelompok minoritas. Memang pernah ada inisiatif pemungutan suara lainnya untuk orang kulit hitam dan kaum gay.
Ketika referendum disalahgunakan dengan cara ini, pengadilan jelas memiliki catatan dan pengalaman dalam melindungi hak-hak minoritas.
Dan di sisi itu, maaf saja, referendum Oklahoma mulai meragukan. Ketika senator negara bagian dari Partai Republik Rex Duncan, menyinggung hal ini, dia tidak bisa menunjuk pada satu pun pengadilan Oklahoma yang benar-benar menerapkan hukum Syariah.
Namun, Duncan bersikeras bahwa larangan tersebut diperlukan sebagai sebagai sebuah "serangan kejutan," sebelum lawan bereaksi. Dan referendum akhirnya menjadi sebuah pemungutan suara, yang sangat menakutkan bagi orang-orang tertentu.
Sesaat sebelum pemilih menuangkan keinginan mereka dalam sebuah jajak pendapat Center for Security Policy yang berbasis di Washington meirilis sebuah catatan: "Syariah: Ancaman bagi Amerika"—sebuah laporan yang menunjukkan secara membabi-buta bahwa adanya "ikatan langsung" antara Syariah dan serangan teroris di Amerika Serikat.

Krisis BBM dijalur gaza

| komentar

Komunitas tukang roti di Jalur Gazamengumumkan bahwa semua toko roti di Jalur Gaza akan menghentikan operasional mereka dalam waktu empat hari karena kurangnya bahan bakar.
Kepala komunitas, Abdulnasser Al-Ajrami mengatakan bahwa toko-toko roti hanya bisa bekerja pada 50% dari kapasitas saat ini.
Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam kemarin (21/3) bahwa sudah banyak toko roti berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar.
Ajrami mendesak pemerintah Palestina untuk memasok bahan bakar secepatnya agar toko-toko bisa beroperasi normal.
Sementara itu, Adham Abu Salmiya, kepala layanan darurat dan ambulans di Jalur Gaza, mengatakan bahwa unitnya hanya bisa bekerja pada 50% dari kapasitas yang ada karena kekurangan bahan bakar.
Dia mengatakan dalam konferensi pers pada hari Rabu malam bahwa ambulans dan jasa pertahanan sipil akan berhenti beroperasi dalam waktu 72 jam.
Dia mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk segera bertindak sebelum bencana kemanusiaan kembali menimpa rakyat Gaza.(fq/pic)

Teroris difestival

| komentar

DENPASAR, suaramerdeka.com - Festival Ogoh-Ogoh memperingati Hari Raya Nyepi di kawasan objek wisata Sanur, Bali, batal akibat penyergapan kawanan perampok yang diduga akan melakukan tindakan terorisme, Ahad (18/3) malam.
"Seharusnya malam ini. Akan tetapi karena tidak ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian, maka Festival Ogoh-Ogoh batal kami gelar," kata Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh, Gusti Gede Suparta, di Sanur, Kamis (22/3) malam.
Pihaknya sudah telanjur mengeluarkan biaya persiapan penyelanggaraan festival itu, termasuk mencetak seribu lembar tiket. Bahkan, ratusan wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di kawasan Sanur sudah memesan tiket yang dijual panitia dengan harga Rp 90 ribu hingga 125 ribu.
"Hotel Sanur Bali Beach dan Hyatt, masing-masing sudah memesan 200 lembar tiket. Namun karena batal digelar, uang pembelian tiket kami kembalikan melalui pihak hotel," kata Suparta yang juga Kepala Banjar Semawang, Desa Adat Intaran Sanur.
Festival tersebut rencananya digelar di Perempatan Ganesha atau di depan Balai Banjar Semawang. Pihak panitia sudah menyiapkan tribun untuk penonton di salah satu sudut perempatan tersebut.
Pihak Banjar Semawang medapatkan informasi dari kepolisian mengenai tidak adanya jaminan keamanan pada Senin (19/3) atau sehari setelah penembakan tiga teroris oleh pasukan Densus 88 Anti-Teror.
Panggung festival itu hanya berjarak sekitar 800 meter dari Bungalow 99 yang berlokasi di Jalan Danau Poso 58 Sanur sebagai tempat penyergapan perampok yang diduga memiliki jaringan dengan teroris internasional itu.
( Ant / CN33

Densus 88 ada diwarnet

| komentar

       BANDUNG, suaramerdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang penunggu warung internet (warnet) di Jalan Anggrek, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (22/3).
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul ketika dimintai konfirmasi membenarkan penggerebegan warnet dan penangkapan penjaganya. Namun ia enggan menjelaskan latar belakang penggerebekan tersebut.

"Tadi siang memang ada penggerebekan warnet di Sumedang, namun yang menangani Densus 88 Antiteror. Sejauh ini masih dalam pendalaman dan pengembangan," kata Martinus.
Penangkapan dilakukan dalam penggerebekan oleh pasukan antiteror Polri itu pukul 14.00 WIB dengan mengerahkan puluhan personel. Selain menangkap penjaga warnet, Densus juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya CPU.
Penggerebegan yang berlangsung kurang dari 30 menit itu membuat warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi terkejut. Warga langsung bergerombol dalam radius kurang lebih 30 meter karena lokasi tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Penggerebegan itu diduga terkait dengan pengembangan dari peristiwa pengungkapan pelaku teror yang dilumpuhkan dan ditembak mati di Bali. Dari hasil pengembangan kasus itu, dua pelakunya pernah tinggal di wilayah Jawa Barat.
( Ant / CN33

Konyol, ditangkap karena kepemilikan bahan peledak

Selasa, 27 September 2011 | komentar



PAMEKASAN  – Polisi menangkap Khoiri (29), warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, karena ketahuan telah menyimpan bahan peledak di rumahnya, karena Khoiri memang dikenal sebagai pembuat petasan.
“Penangkapan dilakukan tim Reskrim Polres Pamekasan Senin tadi pagi dan yang bersangkutan kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Pamekasan AKP Supingi, Senin (26/9/2011).
Supingi mengungkapkan bahwa polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar tempat tinggal Khoiri bahwa dia menyimpan bahan peledak.
“Atas adanya informasi itu kami langsung melakukan pemeriksaan lapangan dengan menggeledah rumah tersangka. Ternyata informasi itu memang benar adanya,” kata Supingi.
Lebih lanjut Supingi mengakui bahwa bahan peledak yang disimpan Khoiri itu memang biasa digunakan untuk alat membuat petasan. Bahkan saat petugas tiba di rumahnya, yang bersangkutan memang sedang membuat petasan jenis rentengan sepanjang 5 meter.
“Jadi saat baru membuat petasan rentengan satu renteng, dia itu langsung tertangkap petugas,” kata Supingi.
Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa pupuk warna abu 50 gram, petasan ukuran 5 cm 15 biji, ukuran 1 cm sebanyak 900 biji, serta sumbu petasan sepanjang 20 meter.
“Kami juga menyita alat pemotong, sebuah gunting serta sebuah palu yang digunakan tersangka membuat petasan,” kata Supingi.
Khoiri kini ditahan di rumah tahanan Polres Pamekasan dan dia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Akhi Muslim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger